Senin, 25 Februari 2013


PROPOSAL USAHA

Proposal ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
dari mata kuliah kewirausahaan

“usaha kuliner perikanan”
BAB I
LATAR BELAKANG

a)      Gambaran Umum Wilayah
Wilayah kita sebagian besar masih dekat dengan daerah pertanian dan perkebunan yang subur dan cukup air. Sehingga (SDA) sumber daya allam yang masih memadai dapat menunjang budidaya ikan air tawar apalagi daerah sekitar nganjuk blum termaksuk dalam kota yang berkembang jadi msih blum terkena dampak polusi

b)     Ide Usaha
Berangkat dari krisis global yang berdampak pada perekonomian Indonesia terpuruk membuat pendapatan menurun dan terutama hal ini lebih terasa terjadi pada industri usaha kecil-kecilan. Turunnya harga jual produk hasil pertanian dan perkebunan membuat makin tak berharganya produksi hasil pertanian dan mengakibatkan petani merugi. Hal ini lah yang membuat saya mendirikan usaha budidaya ikan sebab agar dapat menarik (SDM)
Sumber daya manusia sebanyak-banyak nya
c)      Gagasan Usaha
Untuk mengantisipasi turunnya harga jual produk pertanian dan perkebunan serta mempertahankan perekonomian industri rumah tangga agar tetap stabil maka perlu adanya gagasan yang lebih luas, bermutu dan bermanfaat serta berkwalitas tinggi yaitu dengan memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunan dan mengolahnya menjadi keripik buah dan sayur.

BAB III
RELEVANSI

2.1   Mengapa Usaha Kripik Buah dan Sayur dibutuhkan?
Secara geografis Indonesia merupakan negara agraris, tanah yang subur dengan hamparannya yang hijau. Hal tersebut sangat mendukung Indonesia untuk meningkatkan hasil produksi hasil pertanian dan perkebunan. Namun hasil produksi bisa berkwalitas rendah karena adanya pengarus krisis perekonomian yang menurun. Maka untuk menjaga agar kualitas dan komoditas hasil hasil pertanian dan perkebunan tetap tinggi maka perlu adanya pengolahan pemanfaatan hasil yang lebih luas dan kaya akan ide-ide atau gagasan baru salah satunya yaitu dengan menolahnya menjadi produk kripik buah dan sayur yang berkwalitas.

2.2   Kendala/ Masalah yang Harus Dipecahkan
Untuk mewujudkan hal tersebut dalam pengembangan dan peningkatan produk usaha kripik buah dan sayur menjadikannya suatu produk yang berkwalitas dan berkomoditas tinggi, kami terkendala dengan pembiayaan atau modal. Untuk itu kami sangat butuh bantuan dari donatur atau investor dalam hal permodalan

BAB III
TINJAUAN DARI USAHA

3.1   Tujuan yang akan dicapai
-          Menjadi basis pemanfaatan hasil produksi pertanian dan perkebunan
-          Melalui pemanfaatan hasil ini, terpenuhinya kebutuhan masyarakat
-          Terbentuknya masyarakat pertani untuk menyalurkan dan memanfaatkan hasil pertanian dan perkebunannya guna menjadikan suatu produk yang lebih lebih berkwalitas sehingga bisa meningkatkan pendapatan para petani.
-          Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan siswa yang telah tamat dari sekolah.

3.2   Manfaat utama
-          Dengan adanya industri usaha kripik buah dan sayur ini masyarakat dan siswa memiliki kesempatan/ peluang untuk berwirausaha dan ketrampilan tersendiri dan kemudian bisa meningkatkan produksi kripik buah dan sayur sehingga usaha ini semakin berkembang dan pendapatan semakin meningkat
-          Terpenuhinya kebutuhan masyarakat sekitar dan siswa baik dalam segi ekonomi dan lapangan kerja.

3.3   Indikator keberhasilan
a.      Iklim
Secara geografis lahan di daerah kita merupakan lahan yang subur dengan kebutuhan cukup air. Maka cocok sekali untuk usaha pertanian dan perkebunan di daerah kita ditingkatkan sehingga menghasilkan produksi pertanian dan perkebunan yang melimpah
b.      Aktifitas masyarakat
Aktivitas perekonomian mahasiswa dalam usaha industri pembuatan kripik buah dan sayur direspon oleh masyarakat luas. Mudah-mudahan dengan adanya program usaha pembuatan kripik dan sayur ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar khususnya bagi mahasiswa yang bergerak dalam usaha pembuatan kripik buah dan sayur.
c.       Kebutuhan pasar
Terhadap kebutuhan pangan di masyarakat terus meningkat. Kebutuhan akan kripik buah dan sayur ini bisa dijadikan sebagai camilan setiap hari, jajan khas dan oleh-oleh bagi keluarga. Bagi masyarakat produk kripik buah dan sayur merupakan produk yang memiliki ciri khas tersendiri mulai dari rasa, penampilan dan bahan. Karena produk kripik buah dan sayur diproses secara alami langsung dari buah dan sayur segar sehingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan tanpa adanya bahan pengawet atau perasa. Sehingga permintaan akan kripik buah dan sayur semakin meningkat.

d.      Bahan baku usaha
Sebagian besar daerah kita dekat dengan masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Sehingga sangat mudah sekali untuk memperoleh bahan baku yang asli dan alami.

e.       Tenaga pengelola
Untuk usaha pembuatan kripik buah dan sayur ini dikelola oleh tenaga terampil yaitu sekelompok mahasiswa yang dibantu oleh beberapa anggota masyarakat dan dalam pengejaannya dilengkapi dengan fasilitas mesin penggoreng

BAB IV
AKTIVITAS KEGIATAN USAHA

4.1   Metodologi pembuatan produk
a.       Alasan kami memilih usaha kripik buah dan sayur
-          Bahan baku mudah diperoleh
-          Kuntungan mencapai 100%, harga jual keripik buah mencapai Rp. 65.000 – Rp.110.000/ kg
-          Balik modal cepat (4-6 bulan)
-          Pasar terbuka lebar, bahkan peluang ekspor sangat besar
-          Proses produksi dan pengelolaan usaha sangat gampang
b.      Langkah membuat
-          Kupas buah, iris sesai yang anda inginkan
-          Masukkan buah ke mesin
-          Keripik buah akan matang selama 45-60 menit
(tanpa bahan tambahan, tanpa bahan pengewet)
§  Peralatan
-          Mesin vacuum frying/ penggorengan fakum
Fungsi : sebagai tempat penggorengan
-          Mesin spiner
Fungsi : menghilangkan kandungan minyak dalam kripik setelah digoreng
-          Mesin pengemas
Fungsi : mengemas kripik dalam kemasan plastik
§  Cara kerja mesin vacuum frying/ penggorengan hampa
Buah/ sayur digoreng pada mesin vacumm frying dengan medium minyak goreng. Pemanasan minyak goreng disetting pada suhu rendah (80-85oC). Pemasanasan ini menggunakan bahan bakar LPG. Untuk mempercepat penggorengan, maka dilakukan penyedotan. Pemvakuman ini menggunakan pompa khusus, dengan tenaga listrik.
Suhu penggorengan terkontrol otomatis (80-85oC). Suhu yang terjaga rendah ini menjadikan produk anda tidak gosong, sehingga warnanya sesuai aslinya. Suhu juga bisa diturunkan maupun dinaikkan. Misalnya saja jika ingin menggoreng bahan lain yang suhunya lebih rendah ataupun yang lebih tinggi.
§  Kelebihan usaha kripik buah dan sayur
-          Nutrisi tidak hilang, karena digoreng pada suhu rendah (80-85oC) disertai pemvakuman
-          Warna tidak berubah dan tidak gosong dan perasa
-          Kripik renyah dan nikmat
c.       Rincian biaya
Modal usaha
Harga mesin PV 15 kg                                                Rp.   19.000.000,00
Biaya produksi
Biaya tetap – gaji karyawan (1)                                   Rp.     1.000.000,00
Biaya tidak tetap (perbulan, 25 hari kerja)
- Bahan baku (buah nangka) @ 500 x 8 x 25              Rp.     2.000.000,00
- minyak goreng (tiap goreng 1/8 lt) 6000/lt                Rp.        150.000,00
- LPG (12 kg) satu bulan 8 tabung @ Rp. 550.000    Rp.        440.000,00
- Penyusutan mesin 10% 1 tahun 1,9 juta                   Rp.        158.000,00
- Lain-lain                                                                    Rp.        200.000,00
Total                                                                            Rp.     2.948.000,00
Total biaya produksi                                                    Rp.     3.948.000,00
§  Penjualan perbulan
Harga keripik nangka dari produsen Rp. 50.000/ kg (tanpa kemasan)
Penjualan perbulan 200 kg x Rp. 50.000 = Rp. 10.000.000,00
§  Keuntungan perbulan
Keuntungan      = penjualan – biaya produksi
                          = Rp. 10.000-000,00 – Rp. 3.948.000,00
                          = Rp. 6.052.000,00 per bulan
Keuntungan per kg keripik = Rp. 6.052.000,00/200 = Rp. 30.260,00
§  Perhitungan BEP
BEP = kg/ bulan = 3,16 kg/hari
BAB V
PENUTUP

5.1   Kesimpulan
Hasil pertanian dan perkebunan seperti nangka, nanas, apel, wortel, salak, mangga dan lain-lain ternyata bisa ditingkatkan menjadi produksi berkomoditas atau berkualitas tinggi. Selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat juga membuka peluang usaha bagi masyarakat untuk berwirausaha

5.2   Kritik dan Saran
Dalam penyusunan proposal ini, penyusun banyak mengalami kendala, maka penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran demi penyempurnaan proposal ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar